kenapa saat kita menulis dan meluapkan perasaan, kita selalu merasa yang paling tersakiti.
kita selalu merasa semua orang yang kita sayangi sudah berencana untuk membuat hati kita patah jadi dua. kenapa kita selalu bersikap begini? seperti semua orang tertawa saat kita menangisi hari?
itu sifat asli manusia, atau mungkin perasaan bawaan efek dari cinta. jika sebuah bunga mekar akan terlihat indah, tetapi saat ia layu, kita sudah lupa saat cantiknya ia merekah.
begitupula kita.
kita selalu lupa bagaimana perasaan senang yang dititipkan Tuhan barang sejenak. tapi selalu mengingat dan membekas dalam saat Tuhan menyentuh kita dengan sedikit kesedihan.
maka disitu kita menjadi satu-satunya yang merasa tersakiti. satu-satunya yang terkhianati. satu-satunya yang berjuang sendiri.
tetapi pabila kita coba ingat kembali - kemarin bunga itu indah dan harum. hari ini ia layu dan hampir mati. kedua kondisi itu sama takarannya.
senang dan sedih Tuhan titipkan, keduanya ditimbang dengan pas. tidak lebih, tidak kurang, tidak juga timpang.
jadi berhentilah mengasihani diri sendiri saat jatuh. berhentilah merasa terlalu gembira hingga lupa daratan.
kita semua perlu penyeimbang.
kita perlu alarm untuk mengingatkan.
jika salah satu diantara kita cukup beruntung,
kita dapat melihat segalanya sama rata.
ABOUT THE AUTHOR
Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

0 Comments:
Post a Comment