Silver Lining

ranger riding through an open space

Home Archive for January 2016
Setiap selangkah aku menapakkan kaki, rasanya itu adalah langkah menjauhimu. Lama-lama terasa makin berat. Genap seminggu kita tidak bertemu. Lantas mengapa rasanya seperti sebulan?

Aku bangun sendirian di sebilik kamar di daerah Sewon. Tapi merindukan pagi dimana aku terbangun karena kamu terkejut dalam tidurmu.

Seminggu lalu kita hampir tidak punya waktu untuk sendiri. Selalu ada kamu dan aku. Rasanya indah memang. Namun pada akhirnya, kita butuh jarak dan waktu untuk tahu rasanya rindu.

Ternyata sehari berjarak cukup jauh denganmu sudah bisa membuatmu tahu apa itu rindu. Lalu berlanjut hingga seminggu. Sekarang baru aku tahu rindu itu berat kalau ditahan lama. Dan orang bisa saja melakukan hal gila untuk meredamkannya.

Tapi setelah ku teliti ternyata rindumu yang menggebu tidak berekspresikan sama seperti orang lain yang berkiblat pada keinginan untuk menanyakan kabar dan menelpon setiap sejam sekali hanya untuk mendengar suara orang yang ia rindukan.

Rindumu adalah rindu dalam diam. Rindu yang dipendam karena tidak ingin mengkhawatirkan. Rindu yang sengaja tidak sampaikan. Rindu yang bungkam.

Saat tertentu, yang aku mau hanya terbang kembali ke rumah. Mengendarai motor menuju kearahmu. Tersenyum karena akhirnya aku bertemu si bodoh yang rindu saja tidak mau bilang.

Jarak dan waktu pada akhirnya mengajarkan kita, kalau ada saatnya kita terpisah. Mungkin setelah aku kembali nanti, kamu akan lebih menghargai kebersamaan kita karena itulah yang diajarkan oleh rindu.

Untuk saat ini, jarak dan waktu masih membatasi kita. Jangan lelah menunggu sampai jarak mempersempit dan kamu berikan janji satu pelukan untukku. Tunggulah sampai matahari terbit lalu terbenam lagi. Jangan hitung hari yang berlalu tanpa aku, hitung rindu yang kamu kumpulkan hingga menggunung.


Jarak dan waktu bukan hakim. Mereka tidak memutuskan hati siapa yang menang. Namun tahanlah barang sedikit lagi. 

Aku akan pulang.
Pilot yang menerbangkan pesawat kecil yang kutumpangi nampaknya sedang memamerkan kebolehannya dalam meliukkan pesawat itu. Aku dibawa mutar kesana kemari seperti sedang mengendarai kendaraan bermotor yang bisa terbang di udara.

Pemandagannya luar biasa. Saat itu di bawah sedang senja dan langit bercampur ruak menguji kecantikkannya di angkasa. Saat pesawat meliuk lagi, dengan jelas aku melihat keindahan tanah negaraku sendiri.

Aku terbuai memang, dengan kemampuan pilot mempertontonkan kekayaan alam kepada para penumpang. Lalu tanpa terasa, pesawat itu bergoyang-goyang menunggu rodanya menyentuh daratan. Sedikit goncangan tidak berpengaruh padaku setelah lima belas jam menempuh perjalanan udara.

Hari ini, aku sudah mampir kepada tiga Bandar udara yang berbeda. Tapi yang satu ini memberikanku rasa lain.

Kepalaku bertumpu pada sebelah tangan dan melihat kearah luar jendela yang sedikit berembun. Ah, tempat ini lagi. Sudah genap satu tahun ternyata. Satu tahun yang singkat atau perasaanku saja?

Jogjakarta.

Tempat yang banyak menyimpan rahasia. Bukan hanya rahasiaku saja, tapi rahasia banyak orang, rahasia banyak pecinta cinta yang menyinggahkan hatinya di kota ini dengan membawa serta orang tertentu. Entah untuk waktu yang lama atau barang semenit.

Mau tidak mau aku teringat dia. Orang yang terakhir kali membagi rahasia denganku di kota ini. Aku berdosa memang karena telah lancang memikirkan masa itu saat aku sudah mendekap bahagia yang menjadi labuhan.

Tahun lalu, di kota ini, aku menjadikanmu persinggahan.
Membuatmu terbuai dengan pelukan yang bukan milikmu. Mabuk dengan omong kosong yang kuucapkan.

Aku membahagiakan namun tak mendapat bahagiaku sendiri. Sebab bukan padamu aku eksplorasi bahagia.

Tapi lihat sekarang. Aku ada di tanggal dan bulan yang sama. Tempat yang sama. Namun bukan lagi bersamamu. Bukan lagi membahagiakanmu, begitu berganti seiring tahun bertambah satu.

Aku hadir di tempat yang sama, namun bukan dengan orang yang sama pula. Dulu, antara kita yang dipenuhi kasih sayang berubah menjadi kebencian yang entah kapan akan meredam.

Dulu, sudut kota Jogja yang kita susuri terasa lugu dan damai. Sekarang menjadi rancu dan pahit di mata.

Kita berdua sudah melangkah ke haluan yang berbeda. Sedangkan Jogja tinggal cerita. Namun, masih tertinggal beberapa tawa dan keluhku kepadamu yang terdengar lewat trotoar Malioboro lalu menyeruak saat aku berjalan disana pada malam hari, apalagi saat ada pengamen Jawa dan orang-orang bergumul.

Kamu tidak akan percaya bagaimana Jogja terasa begitu sama seperti terakhir kali aku mampir kesini bersamamu.

Tapi sekarang, saat akhirnya kita tidak menemukan cara bersama lagi. Saat aku disuguhi cinta yang kutunggu-tunggu selama ini, Jogja tetap lah dirinya.

Lalu aku relakan kamu yang perlahan mencari bahagia sendiri. Dan aku dekap orang yang menjadikan aku bahagia bahkan tanpa perlu mencoba.

Aku ingin suatu hari nanti pergi bersamanya kemari. Bukan berarti aku menyamakan kalian berdua. Kalian sama sekali berbeda. Bukan aku mau membawa dia ketempat yang kudatangi juga bersamamu, tapi hanya untuk memulai kisah baru dan membuat rahasia baru di Jogja.


Karena rahasia kita sudah mulai usang.
I'm only a little girl 
who act innocent
who couldn't open her own jar
who couldn't decide what to eat in restaurant full of strangers

I'm only a little girl 
when my father was around
when he drives in the middle of the rain
when we talk about future

I'm only a little girl
who step on my father's foot so he can teach me how to dance

I'm only a little girl
who asks for a hug to her father after he come back from work

I'm only a little girl
who still cries in her father's arm

I'm only a little girl
now and then, Pap

At some point 
I can feel your jealousy
But you're always gonna be the very first man in my life
And my very first love
So, don't you worry
Even him, can't replace you position


After all,
I'm still your little girl

Subscribe to: Posts ( Atom )

Menu

  • Home
  • About

LATEST POSTS

  • Bagaimana Cara Bisa Masuk Magister Kenotariatan UNAIR?
  • People are Lonely
  • From Zombie to Human
  • Standing There, My First Kiss
  • You Must Be Too
  • What Is Enough For Us?
  • You Gave Me Trauma
  • Me being grateful
  • A Year Later
  • Before It Happened

Blog Archive

  • ►  2022 (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2021 (10)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2020 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (2)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (21)
    • ►  December (3)
    • ►  September (1)
    • ►  August (3)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (4)
    • ►  February (4)
    • ►  January (3)
  • ►  2018 (14)
    • ►  December (5)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ►  April (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2017 (57)
    • ►  December (2)
    • ►  September (3)
    • ►  August (5)
    • ►  July (6)
    • ►  June (5)
    • ►  May (7)
    • ►  April (6)
    • ►  March (6)
    • ►  February (8)
    • ►  January (9)
  • ▼  2016 (34)
    • ►  December (1)
    • ►  November (2)
    • ►  October (4)
    • ►  September (4)
    • ►  August (7)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (4)
    • ►  March (3)
    • ►  February (2)
    • ▼  January (3)
      • Butuh Jarak dan Waktu Untuk Tahu Apa Itu Rindu
      • Look How Different A Year Can Make
      • Little Girl
  • ►  2015 (34)
    • ►  December (3)
    • ►  November (4)
    • ►  October (3)
    • ►  September (7)
    • ►  July (2)
    • ►  June (3)
    • ►  April (2)
    • ►  February (2)
    • ►  January (8)
  • ►  2014 (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2013 (1)
    • ►  November (1)
Powered by Blogger.

Laman

  • THE BLOG
  • ABOUT
  • CATEGORIES

The Author

silver lining
View my complete profile

Latest Posts

  • People are Lonely
    all kind of people no matter what they do they all no stranger to the loneliness the one that sits alone in a fancy coffee shop...
  • From Zombie to Human
    Ah. Aku lebih sering menghirup napas dalam dan menghembuskannya nyaring akhir-akhir ini. Aku tidak yakin kenapa, mungkin karena masalah yan...
  • Standing There, My First Kiss
    I went to see my old friend in hospital. She had an accident with her boyfriend, as soon as I heard that I made time to stopped by. The r...

Blogroll

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi

Flickr

Copyright 2014 Silver Lining.
Designed by OddThemes