Sebelumnya aku belum pernah sharing secara detail banget tentang perjalanan-perjalanan yang aku lakuin selama liburan kuliah karena emang biasanya gak punya waktu buat nulis panjang dan udah disibukin sama urusan rumah atau kuliah. But this time is kinda different, karena selama perjalanan kemarin, aku ngerasain yang namanya susah nyari informasi tentang destinasi aku, dan ketika sudah dapet narasumber yang pernah berkunjung kesana, malah banyak informasi yang meleset dan beda banget T.T
But for me, traveling out of the schedule itu justru yang paling menyenangkan! All you have to do is enjoy yourself being lost somewhere you have never been before. Tapi juga, sebagian orang justru lebih suka kalau punya planning yang jelas supaya segala sesuatunya berjalan lancar dan dapet liburan tanpa hambatan. So, aku bakal jelasin semua yang aku laluin selama aku di Karimunjawa pas pertengahan Agustus 2016 kemarin.
Aku bakal update tentang hal-hal yang bisa bantu traveler yang pengen ke Karimunjawa dengan situasi yang terbaru. Here we go :
Jadi, aku berangkat ke Karimunjawa dari Jogjakarta. Yang nantinya harus stop dulu di Jepara, baru deh bisa nyebrang ke Karimun.
Nah, dari Jogja, kita bisa naik bus, shuttle bus atau naik kendaraan pribadi. Khusus buat yang pengen naik bus atau shuttle bisa cek kontak perusahaan yang nyediain jasa antar-jemput kesana - karena aku dan partner traveling aku (Tya!!) mutusin buat bawa kendaraan pribadi.
So, kita naik motor dari Jogjakarta ke Karimunjawa. Kita beranggapan kalau naik motor sendiri pastinya pas di Karimunjawanya lebih gampang kalau mau jalan-jalan, ditambah lagi bisa muter-muter Kota Jepara dulu sebelum nyebrang ke Karimun.
Dari Jogja ke Jepara kurang lebih kita harus nempuh jarak 203 km. Aku saranin kalau mau naik motor harus cek kendaraan motornya dulu ya, surat-suratnya juga harus lengkap (kalau ga mau kena razia sih! hehe). Nah, aku pakai aplikasi WAZE dan masukin destinasi "Pelabuhan Kartini Jepara", perjalanan dari Jogja ke Jepara sekitar 6-8 jam. Lumayan juga sih capeknya... Tapi kalau capek gak perlu dipaksain dan mending cari tempat istirahat aja :]
Selama perjalanan dari Jogja ke Jepara, aku naik motor beat keluaran baru dan ngisi bensin 2 kali (full tank yaa) sebelum akhirnya sampai di Jepara. Kita ngelewatin banyak Kota sebelum sampai di destinasi, kayak Magelang, Ambarawa, Semarang dan Demak.
Nah, di Jepara, kita kesulitan nyari penginapan yang dibawah 100rb per malam (jangankan yang murah, nyari penginapannya aja susah T.T) karena Jepara bukan termasuk Kota padat penduduk. Jepara itu sepi dan jarang ada turis kecuali yang mau nyebrang ke Karimun.
Aku dapet penginapan di daerah Pantai Kartini dengan harga 110rb (dan udah tawar menawar dengan susah payah).
Oke, lanjut ke penyebrangan.
Kalau kalian bawa kendaraan pribadi ke Karimun, itu artinya kalian harus naik ferry. Nah ferry ini ada jadwalnya, gak setiap hari berangkat dari Jepara. Jadwalnya :
senin : Jepara ke Karimun 1x
selasa : Karimun ke Jepara 1x
rabu : Jepara ke Karimun 1x
kamis : Karimun ke Jepara 1x
jumat : PP
sabtu : Jepara ke Karimun 1x
minggu : Karimun ke Jepara 1x
Harga nyebrang (Agustus 2016) untuk kapal Ferry : sebenarnya harga tiket cuma 49rb tapi ntar bakal ada retribusi untuk turis 10rb jadi siapin aja uang 60rb. Dan untuk motor, sekitar 50rb. Kalau mobil gak tau T,T Kalau kalian gak bawa kendaraan pribadi alias cuma bawa diri (dan gak lagi ngehemat budget) bisa naik kapal cepat, aku kurang tau harganya berapa, kalau gak salah 300rban. Kapal cepat berangkat tiap hari dan waktu tempuhnya cuma 2-3 jam aja, sedangkan naik Ferry memakan waktu 5-6 jam perjalanan. Jadi aku saranin, kalau naik Ferry mending makan dulu sebelum naik kapal.
Oh iya, gak kalah penting nih, kalau ombak besar, secara otomatis gak ada kapal yang bisa membawa kita ke Karimun, jadi lebih baik cek keadaan laut dulu sebelum pergi kesana. Kan sayang kalau udah sampai Jepara taunya gak ada kapal yang berangkat.
Sekitar satu sampai dua jam sebelum sampai di Karimun, ombaknya bakal terasa lebih kencang dari sebelumnya. Kebanyakan orang jadi mabuk laut dan pada muntah, kusaranin kalau sudah mulai terasa ombak kencang, mending tidur aja wkwk.
Sampai di Karimunjawa! dari pelabuhan kita bakal lewatin lapangan kosong dan itu adalah alun-alunnya. Kalau malam hari, disana ramai, penuh orang jualan makan malam dan khasnya adalah ikan bakar, jadi kalian milih mau ikan apa (ikan yang masih mentah lho) terus dibakarin langsung saat itu juga, seger banget. Tapi tapi tapi, buat yang hemat budget, mending gak usah deh wkwk karena harganya lumayan. Satu ikan besar bisa dibandrol dengan harga 40rb sampai entahlah berapa, dan itu belum termasuk nasi dan minumnya. Tapi ada alternatif lain, kalian bisa makan nasi goreng dengan harga 20rban disekitar alun-alun.
Oke, balik ke pelabuhan. Begitu keluar pelabuhan, gak jauh dari situ kalian bakal ngelewatin pemukiman warga dan itu adalah kotanya. Soalnya kemarin, aku pergi jauh keluar pemukiman karena ngira itu bukan kotanya, tapi aku malah nyasar ke hutan-hutan T.T Jadi, begitu keluar pelabuhan, langsung aja tanya-tanya penginapan murah. Disana masih ada penginapan yang harga 75rb semalam tapi kamar mandi luar. Standarnya sekitar 100rb sampai 150rb yang kamar mandi dalam.
Lanjut. Nah, untuk snorkling keesokan harinya, biasanya ditawarin dengan empunya penginapan, harga snorkling di Karimun, menurut aku, termasuk MAHAL BANGET T.T dibanding snorkling di Gili atau ditempat lainnya. Harga standar sekarang sekitar 175rb. Emang sih udah termasuk makan siang, tapi tapi tapi, nanti kalian cuma bakal dapat 2 spot snorkling, dan mampir ke pulau menjangan kecil (bagus banget sih!) tapi bakal bayar 10rb buat tiket masuk dan terakhir bakal mampir ke penangkaran anak hiu, dan guess what, bayar lagi cuy 40rb. Jadi kalau ditotal... hmmm... ya segitu lah ya.
Aku saranin kalau kalian hemat budget, kalian bisa skip di penangkaran hiu. Tinggal bilang ke mas-masnya kalau kalian gak ikut turun, jadi nanti cuma nunggu di kapal aja sampai peserta lain selesai bermain-main dengan hiu. Gapapa kok, mereka ngerti kalau kita gak punya budget lebih untuk ikutan berenang sama hiu. Tapi gimana kalau penasaran dengan hiunya? :[ Tenang, tenang, aku punya cara supaya kalian bisa liat hiu tanpa bayar. Jadi kalau kalian udah nunggu di kapal selama kurang lebih setengah jam, izin aja ke awak kapalnya kalau kalian mau ke toilet, nah kalian bakal ngelewatin penangkaran hiu itu (walaupun gak berenang bareng sih), seenggaknya kalian gak penasaran2 amat. Lagian, in my personal opinion, it's not worth 40rb. Seriously.
Oke. Selain snorkling, ada beberapa destinasi lain di Karimun. Kayak pantai Anora, bukit love, dan apalagi satunya aku lupa wkwk. Pokoknya kalau ke Karimun, menurut aku, 3 hari dua malam itu sudah lebih dari cukup kok. Asal kalian memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
Udah ah, segitu aja dulu ya. Nanti kapan-kapan cerita lagi deh. Kalau ada pertanyaan bisa kirim email di nadia.imanda96@gmail.com maybe I could help. Thanks for reading this tho :]