Silver Lining

ranger riding through an open space

Home Archive for January 2015
I finally have courage to say that i have lost my father tonight. i lost him. pfff! just like that. 

tonight he said that he misses the old me. he misses how i treated him well and be a good kid. but i scream so lout in the inside that I'm not changing a thing dad. you're the one who changed. 

your wife changed you. you don't do fun things anymore, dad. all i know now is that you're temperamental, easily upset and always blame me and my sister. 

you act differently, dad. you always be stranger when your wife is around. your eyes closed, and so does your heart. you listen to her. but not your heart. you might denying it, but that what's really happening now. 

daddy, remember the days when i spent my free afternoon to have late lunch with you? it was just both of us. or the day when we went shopping and it cost so much money, and my sister was so happy? or the day when three of us went to other city just to watch a movie in cinema? (we drove more than 2 hours just to watch a movie haha) 

but daddy, those days doesn't exist anymore. where do they go? can we have those days again? 

a legend says that "if you're holding on something too tight, it's because you're afraid something so good wont happen twice". maybe those day were the best days that we hold on too tight, we don't want to let go. 

but where are those days? where do you go dad? you're not the same person anymore as you used to be. as i used to know. 

daddy, 
now i cry myself to sleep
i cry my heart out in public
i cry inside and out
i go crazy, dad 
i do crazy things 
maybe soon you're going to lock me out because you wife thinks I'm a psychopath

my sister is crying in her sleep
she sets up the maximum volume in her ears just to send away the sadness 
she is quite because it's crowded in her mind and she doesn't has a friend to talk. or joke to laugh about.

tonight you told me that you're trying to give me a normal life. a normal family. 
but daddy, can't you see? 
living with your wife is so far away from being normal. 
no matter how hard you try, she'll never going to be my mom. and I'm never going to call her mom from my heart, i call her mom because you told me to. 
she is not a mother. 
she might knows everything in this house. 
she might cook well and dress well.
she might says things that 'a mother' usually say. 
but she is not my mother. she never going to be. 

daddy, "FAKE PEOPLE SCARE ME" 
I'm scared of fake people, dad. 
I don't like pretending. I even hate it. 
but I'm doing it anyway. 
so I'm sorry if there comes the day when I get tired and couldn't pretend anymore, that's the day when I make you upset and mad. I gone mad even more, but i kept it in myself.
I'm sorry if I'm too honest for you, dad. 
but you're the who surrounded by fake people. 

dad, I have lost you.
because you're not fun anymore. 
you're blind dad. I hope you realize so you can see a way out from these bullshits.


p.s : I'm sorry for being not good enough.

aku salah satu dari anak broken home. tapi bukan salah satu dari mereka yang tega menghancurkan diri sendiri karena hal itu. aku terlalu sayang diriku sendiri untuk melukai dan membuang diri ke jalanan, bergaul dengan kelompok, geng atau apalah. 
aku salah satu dari mereka yang memilih bertahan. aku sengaja menggunakan kata 'memilih' karena memang itulah yang terjadi. disaat dilema itu datang, saat kata-kata "ibu dan papa akan bercerai, kamu mau ikut siapa?" dikumandangkan, disana aku memilih. aku memilih akan tinggal bersama siapa. dengan konsekuensi dan resiko masing-masing. dan aku sadar setiap pilihan yg ku buat kan menghasilkan sesuatu yang berbeda dilain hari. takdir sudah dituliskn tapi nasib masih ditangan. terombang-ambing mengikuti kemauan, bahkan kadang sebuah koin berkepala dua yang menentukan nasib kita. 
aku salah satu diantara mereka yang memilih bangkit. aku ingin berdiri dan menunjukan bahwa latar belakangku, kejadian pahit itu, rusaknya keluargaku, sama sekali bukan apa-apa dibanding diriku yang sebenarnya. aku jauh lebih kuat dari cobaan yang Tuhan berikan. aku jauh lebih kuat dari sekedar air mata dan mata yang sembab. 

aku memilih ikut ibu. rata-rata anak perempuan akan memilih beliau, tentu saja. walau aku tahu konsekuensi memilih ibu adalah kami harus mulai segalanya dari bawah, dari 0. sedangkan kalau aku memilih papa, dia sudah punya segalanya, aku tidak perlu kehilangan satu barang pun di kamarku atau satu peser pun di dompetku. 
tapi aku tetap memilih ibu yang 'waktu itu' belum punya apa-apa. umurku baru sembilan tahun dan aku mau ikut dengan ibuku. 
lalu keesokan harinya teman-temanku selalu bertanya kenapa mataku bengkak. pertanyaan itu selalu kudengar setiap pagi dari beberapa orang yang berbeda, bahkan saat itu aku dapat membedakan mana temanku yang benar-benar peduli atau sekedar ingin tahu saja. tapi lama kelamaan, pertanyaan itu menghilang seiring mataku yang sudah terbiasa bengkak. menangis diam-diam di kelas bukan hal tabu lagi. 
aku anak umur sembilan tahun yang penuh tanda tanya dalam hidupnya. 

aku bisa saja menyerah dan mogok belajar atau melarikan diri sepulang sekolah. tapi aku tidak melakukan itu. kenapa? karena sesedih apapun yang kurasakan, aku merasa lebih tidak berdaya melihat ibuku menangis dalam sholatnya. menciumi sajadah, meminta-minta kemudahan. tidak sanggup rasanya anak sembilan tahun membiarkan ibunya menangis dalam tidur sampai berminggu-minggu. jadi aku putuskan untuk tidak memberi lebih banyak beban pada beliau. aku memilih menjalani kehidupan normal seperti teman-temanku. 

"broken home tidak merubah siapa diriku sebenarnya" 


benar atau tidak, disaat kita akan bertemu lagi dengan seseorang dari masa lalu yang tidak pernah terlihat sekian lama, kita akan mulai membayangkan saat pertama kali bertemu dengan orang itu.

aku langsung ingat pertama kali bertemu dia.
suatu hari di sebuah acara lomba anak SMA. saat itu aku bukan pribadi yang luwes dan suka bergaul. aku pemalu dan tidak mengenal siapapun. sampai ia duduk di sebelahku dan kami menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh narator lomba. bahkan sampai saat itu aku belum tahu namanya.

lalu seorang teman memanggilnya Ichsan. oh jadi itu namamu. oke, aku akan mengingatkan baik-baik. di lomba itu kami menang. dengan klasiknya, kami berfoto ria bersama piala juara dua. aku sudah mulai santai dengan keadaan atau mungkin karena suntikan kemenangan.

aku tidak menghitung sudah berapa lama kami tidak bertemu. tapi dapat kupastikan bahwa itu cukup lama, hingga aku bisa merindukannya. ngomong-ngomong soal rindu, ia tidak banyak percaya tentang kata 'rindu' yang aku ucapkan. aku tidak heran. aku jahat. aku tahu. seems like every word that came out of my mouth was bullshits. 

anyway, minggu depan aku akan ke Jogjakarta bersama ibu dan adikku. hanya empat hari saja. awalnya aku hanya akan menghabiskan waktu liburan dengan mereka dan dua sahabatku yang kuliah disana. tapi kemudian rindu itu datang.

aku menghubunginya. berharap bisa menyita sedikit waktu untuk mengabari aku akan pergi ke pulau Jawa dan membujuknya untuk memesan tiket kereta api dari Malang ke Jogja.
hmmm, I don't know why but I'm dying to meet him. 
saat aku memberitahunya, dia ragu. dia selalu ragu sejak kejadian itu. sekarang pun masih begitu. dia selalu ragu. pokoknya, ragu. and it breaks my heart into pieces, it feels like you borrow his socks but never gave it back and now wanted to borrow another one, he doubt like hell. 

tapi sudah dasarnya dia tidak pernah benar-benar merasa benci karena kejahatan yang kulakukan itu, dia bilang iya. dia pesan tiket dan membayarnya. aku bayangkan betapa keputusan itu akan mengubah keadaan yang terjadi diantara kita nanti. apa aku bisa memperbaiki kepercayaannya terhadapku atau justru sebaliknya. apa aku bisa sedikit menghapuskan kenangan buruk dan menggantinya dengan lebih baik selama dua hari nanti. apapun yang dipikirkannya, aku senang dia membeli tiket itu.

dua orang yang jarang bertemu ini, punya empat puluh jam untuk dihabiskan bersama. tapi tidak punya pilihan tentang bagaimana akhirnya. 

2015.
Time goes too fast. 

I completed 6 of out 8 my resoulutions in 2014. So here I come making the new one :

  • Start a healthy life
you know, start eating vegetables and fruits. stop consuming fast food and junk food.
  • Quit Bitching
sounds a little weird but I really need to complete this resolution. I wanna stop talking about other people, saying bad things about them just because they ever did something bad to me, stop complaining about the weather if it's too hot or too windy (every weather is good).

  • Saving some money
Now this is the one! I want to stop throwing my money away for things I buy and didn't even know how to use it.


  • Go and stay in Lombok for 2 weeks
Not really sure if I had time for this trip but I'm still gonna make it real. why? cause I miss the beach I never been to. the wind that gonna blow my hair. the palm trees. the clear blue sky. and the most beautiful angel singing.

  • Go to Kediri
for what? improve my english and a little secret escaping from real life. This is actually the fail resolution on 2014. I failed because I didn't find a friend to accompany me there. my parents would not give me the permission to stay in a some-kind of village full of stranger. But I already make plan for this resolution and I'm gonna make it real this year. 
  • Get an A on Pengantar Ilmu Hukum and Pengantar Hukum Indonesia
writing this resolution make me realize that I'm so lucky, I've done this one! congraturation self :)
"hari ini aku berjalan ke tempat-tempat yang tidak biasa ku datangi.
aku pergi ke kota jogja, inginnya kamu juga ada disana. 
aku pergi ke gunung lereng yang tinggi, kuharap kamu disisi.
aku pergi ke malioboro, berharap kamu di beringharjo.
aku pergi ke alun alun utara, semoga kamu sudah sampai di stasiun kereta.

tapi hari ini terlewati begitu saja, kamu belum datang jua.
hingga selasa berganti nama. 
menghitung perpindahan waktu di jam tangan, pada akhirnya bertemu bukan lagi angan-angan.

san...
aku minta kamu selamat sampai tujuan."




I said I was a cup of cold coffee in the morning
I said I was the wind before summer comes 

I said I was dark grey but have a colorful mind 
I said I was sad when everybody feel the opposite 
I said I was poison to my own body and soul
I said I was the demon that lives under your bed
I said I was a really good liar who shouldn't be trusted 
I said I was the one who turned you into a beast 
I said I was the worst thing that have ever happen to you


then you said...


you said I was a cup of sweet orange juice on weekend
you said I was the sun that everybody's waiting for
you said I was red and transform blue into lilac
you said I was happy when everybody's full of joy
you said I was bless to my body and soul
you said I was the angel who protect the innocence
you said I was nothing but the truth and honesty 
you said I was the one who heal your scars and plant roses
you said I was the best thing that have ever happen to you



kenapa saat kita menulis dan meluapkan perasaan, kita selalu merasa yang paling tersakiti. 

kita selalu merasa semua orang yang kita sayangi sudah berencana untuk membuat hati kita patah jadi dua. kenapa kita selalu bersikap begini? seperti semua orang tertawa saat kita menangisi hari? 

itu sifat asli manusia, atau mungkin perasaan bawaan efek dari cinta. jika sebuah bunga mekar akan terlihat indah, tetapi saat ia layu, kita sudah lupa saat cantiknya ia merekah. 

begitupula kita. 

kita selalu lupa bagaimana perasaan senang yang dititipkan Tuhan barang sejenak. tapi selalu mengingat dan membekas dalam saat Tuhan menyentuh kita dengan sedikit kesedihan. 

maka disitu kita menjadi satu-satunya yang merasa tersakiti. satu-satunya yang terkhianati. satu-satunya yang berjuang sendiri. 

tetapi pabila kita coba ingat kembali - kemarin bunga itu indah dan harum. hari ini ia layu dan hampir mati. kedua kondisi itu sama takarannya. 
senang dan sedih Tuhan titipkan, keduanya ditimbang dengan pas. tidak lebih, tidak kurang, tidak juga timpang. 

jadi berhentilah mengasihani diri sendiri saat jatuh. berhentilah merasa terlalu gembira hingga lupa daratan. 

kita semua perlu penyeimbang. 
kita perlu alarm untuk mengingatkan. 
jika salah satu diantara kita cukup beruntung, 
kita dapat melihat segalanya sama rata. 



"on a sunny sunday 
I met you in a subway
You wore a white shirt and a blue jeans
Guess you just cut your hair and mustache 
So long, we haven't met for so long 
I can't remember the days i spend missing you 
or how many times I've said your name in silence 
oh baby, i want you to know that i figure it all out. all i want was you
Do you even miss me too?"
Subscribe to: Posts ( Atom )

Menu

  • Home
  • About

LATEST POSTS

  • Bagaimana Cara Bisa Masuk Magister Kenotariatan UNAIR?
  • People are Lonely
  • From Zombie to Human
  • Standing There, My First Kiss
  • You Must Be Too
  • What Is Enough For Us?
  • You Gave Me Trauma
  • Me being grateful
  • A Year Later
  • Before It Happened

Blog Archive

  • ►  2022 (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2021 (10)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2020 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (2)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (21)
    • ►  December (3)
    • ►  September (1)
    • ►  August (3)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (4)
    • ►  February (4)
    • ►  January (3)
  • ►  2018 (14)
    • ►  December (5)
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ►  April (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2017 (57)
    • ►  December (2)
    • ►  September (3)
    • ►  August (5)
    • ►  July (6)
    • ►  June (5)
    • ►  May (7)
    • ►  April (6)
    • ►  March (6)
    • ►  February (8)
    • ►  January (9)
  • ►  2016 (34)
    • ►  December (1)
    • ►  November (2)
    • ►  October (4)
    • ►  September (4)
    • ►  August (7)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (4)
    • ►  March (3)
    • ►  February (2)
    • ►  January (3)
  • ▼  2015 (34)
    • ►  December (3)
    • ►  November (4)
    • ►  October (3)
    • ►  September (7)
    • ►  July (2)
    • ►  June (3)
    • ►  April (2)
    • ►  February (2)
    • ▼  January (8)
      • My Dad isn't fun anymore
      • Living a broken home-life
      • benar atau tidak, disaat kita akan bertemu lagi d...
      • Late post 2015 resolution
      • "hari ini aku berjalan ke tempat-tempat yang tida...
      • What I was
      • kenapa saat kita menulis dan meluapkan peras...
      • Subway
  • ►  2014 (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2013 (1)
    • ►  November (1)
Powered by Blogger.

Laman

  • THE BLOG
  • ABOUT
  • CATEGORIES

The Author

silver lining
View my complete profile

Latest Posts

  • People are Lonely
    all kind of people no matter what they do they all no stranger to the loneliness the one that sits alone in a fancy coffee shop...
  • From Zombie to Human
    Ah. Aku lebih sering menghirup napas dalam dan menghembuskannya nyaring akhir-akhir ini. Aku tidak yakin kenapa, mungkin karena masalah yan...
  • Standing There, My First Kiss
    I went to see my old friend in hospital. She had an accident with her boyfriend, as soon as I heard that I made time to stopped by. The r...

Blogroll

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi

Flickr

Copyright 2014 Silver Lining.
Designed by OddThemes