Ah. Aku lebih sering menghirup napas dalam dan menghembuskannya nyaring akhir-akhir ini. Aku tidak yakin kenapa, mungkin karena masalah yang tak selesai atau paru-paru kananku mulai sakit dan nyeri tiba-tiba.
Aku punya sebuah pengakuan yang tidak seberapa penting itu dikemukakan, bahwa aku sudah secara sadar menghambur-hamburkan waktu selama lebih dari lima bulan dengan murah hati. Maksudku kata menghamburkan adalah benar-benar tidak membuat waktu itu berguna dan menghasilkan apapun. Aku terbangun di pagi hari dan berhenti menjadi diriku yang produktif. Berhenti begitu saja, tanpa alasan yang konkrit yang mampu kujabarkan dan meyakinkan.
Aku berhenti berpikir selama lima bulan. Aku selalu memilih hal yang mudah daripada hal yang benar. Aku kira aku sudah menyelesaikan suatu masalah padahal sebenarnya aku tidak melakukan apapun terhadap hal itu dan mereka bertambah buruk kian waktu.
Di bulan ke empat, barulah aku merasa sesuatu besar hilang disini - jelas sekali ada yang hilang dan aku hanya mengangkat bahu untuk diriku sendiri karena aku juga tidak tahu apa!
Aku mondar-mandir mengelilingi dalam rumah. Berputar kesana-kemari. Aku tidak menemukan apapun. Kurasa saat itu aku mencari sisi diriku yang bersemangat dan efiesien terhadap waktu.
Lalu saat bulan ke lima, pagi itu, aku bangun dan mengambil buku yang kubeli tempo hari, buku itu tiga kali lebih tebal daripada yang biasa aku baca, dan aku memutuskan untuk membacanya. Aku belum merasakan tendangan apapun saat melewati beberapa halaman pertama, namun setelah itu, aku disentil oleh perkataan-perkataan karakter buku itu. Aku tidak bisa terus-menerus menjadi mode off seperti sekarang. Ada apa denganku.
Hari ini, produktifitasku kembali meningkat. Jauh berkali lipat dibanding hari kemarin. Aku mulai memikirkan hal-hal. Otakku berjalan lagi setelah berlumut selama lima bulan. Aku kembali memerhatikan hal kecil disekitarku, seperti dinding rumah sakit langganan yang ternyata seratus persen dari marmer atau lukisan kuda yang mereka pajang ditengah-tengah ruangan agar rumah sakit itu tidak terlalu suram dan sofa tamu yang mulai pudar warnanya.
Aku mulai hidup lagi.
Lalu aku memikirkan banyak skenario lagi. Banyak percakapan simpang siur - hanya aku yang dapat mendengar. Ada tokoh-tokoh imajinasiku yang kembali bertamu dan mengajakku bermain. Tetapi yang membuatku sedikit terperanjat adalah banyak kejujuran yang muncul di sela-selanya. Aku mengakui hal-hal yang salah yang terjadi di hidupku saat ini, seperti berteriak didepan cermin kepada dirimu sendiri. Setelah itu, hal-hal disekitarku pun menjadi lebih jernih. Aku banyak sekali berpikir. Mungkin itu juga penyebabnya kenapa aku migrain kanan sepanjang hari.
Aku menyukai sisi diriku yang produktif. Sangat suka. Dia membantuku tetap merasa seperti manusia, hidup, bersemangat. Bukan seperti zombie yang bangun terlambat dan mengeluh (sepanjang kuliah kapan selesainya pelajaran itu, aku benar-benar bosan!). Aku tidak mau menjadi Nadia versi 'menjadi marahlah karena itu lebih mudah'. Aku seharusnya menjadi Nadia yang 'jangan menaikan volume suara tetapi bangun argumenmu lebih baik'.
Menjadi produktif itu hal yang menyenangkan. Aku menyukai diriku sendiri saat aku seperti itu. Jadi, aku harap jangan lagi ada pengakuan memalukan dengan menyuguhkan banyaknya waktu yang sudah aku buang percuma, karena aku sadar benar, aku tidak membeli waktu dengan apapun. Semoga saja.