Silver Lining

ranger riding through an open space

Home Archive for December 2018
In this post I’d like to share my opinion about new year. I think new year is such a big turn out for everyone who might see the opportunity. I think new year is a big fresh start. Ten times bigger than a morning does to a person. New year is an invisible reset button. 

For me personally, new year means literally a new book. I have an agenda which contains all the plans and things I do for entire year, all I do I wrote in in my agenda, things I feel, stuff I have to buy, even movies I have watched. I did all that to keep track on my entire year, so I could see what this year has brought me and how it changed me whether to be a better or worst person, and if I have fulfilled my resolution which I made in the beginning of the year. in December, the agenda is already full and messy. Messy means I did good the past year. This is my 2018 life tracker a.k.a my agenda. Black, as my heart was in the beginning of 2018.

Image by nadaya
My 2018 Agenda
Now, new year has given me a new agenda. Clear and blank pages to write or draw. 

To welcome 2019, I choose this agenda (insert picture), the opposite colour of last year. I chose it because I’d like to start fresh and better. I wanna have a kind heart and less drama and less toxic relationship and more grateful and peaceful. 
Image by nadaya
My 2019 Agenda

I take 2019 as the shaper of my personality to become an adult version of myself. Why so? Because during 2018, I figured out things I never knew before, and still shock at one point to another. I wasn’t ready to be fully grown. Not sure if I want to be an adult with many responsibilities. So, as new year comes, as my invisible reset button show up, I decided to be brave. I will be the best version of myself. I will do things I always say I wanted to, but never did. I want to try. I want to fly and leave the ground some time. I want to achieve things. I want to explore. I want honesty from myself to myself. I want this year to be memorable.

So, fellas, ask yourself, what is new year means for you?

Is it a night full of fireworks? Or grilled corn and chicken?
Is it a free night drink? Or dance-all-night time?


…or Is it a brand new start? 
Greetings, Fellas! 

Aku mau cerita kenapa aku milih untuk melanjutkan pendidikan di magister kenotariatan universitas Airlangga a.k.a UNAIR. This post is to remind myself if in the future I hit the limit of stress or wanting to give up, this is the story where I climb up my own path. 

Sebelumnya, aku lulus dari fakultas hukum Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur tanggal 3 bulan April tahun 2018. Aku menyelesaikan pendidikan kurang lebih 3 tahun 10 bulan. Lulus dengan predikat alhamdullilah, cumlaude. Next, dive in to the story!

(personal opinion)

Jadi, sebelum memutuskan untuk daftar di UNAIR, aku sudah browsing kampus-kampus ternama seputaran Pulau jawa dan Bali yang menerima pendaftaran mahasiswa magister baru jurusan kenotariatan. Ada beberapa kampus yang jadi pertimbanganku:

  1. Universitas Diponogoro, Semarang
  2. Universitas Airlangga, Surabaya
  3. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
  4. Universitas Udayana, Denpasar
  5. Universitas Brawijaya, Malang

aesthetic, autumn, and books image
Dari kelima univesitas diatas, awalnya aku memutuskan untuk daftar di Brawijaya, jangan tanya kenapa, aku juga tak tau wkwk. Intinya aku serba impulsif aja, yang penting lengkapin berkas pendaftarannya dulu. Nah pas aku lagi proses pelengkapan berkas, aku dikejar sama deadline penutupan pendaftaran, yang dimana aku harus ngelengkapin banyak banget persyaratan yang dimauin sama Brawijaya. Singkat cerita, aku nyerah aja. Dicoretlah Brawijaya dari list future campus aku. 

Lanjut, kita coret lagi Universitas Diponogoro. Kenapa? Karena pas itu UNDIP sudah tutup pendaftaran yang dimana mulai pembukaan di awal tahun (itu mah sebelum aku s1) dan aku gak mau nunggu tahun depan. Kelamaan. Nah sisa 3 kampus. 

Surprisenya, pas bulan Mei, aku ikut program magang di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur selama kurang lebin 3 bulan. Disitu aku mulai galau antara mau lanjut s2 stau kerja aja. Saat-saat magang itu bikin aku mencicipi gimana sih rasanya kerja sama orang, disuruh-suruh, dan punya gaji. Awalnya oke, tapi ujung-ujungnya aku ngerasa, “oke, emang dasarnya aku gak suka kerja sama orang, aku gak suka dibawah tekanan orang lain dan kesana kemari disuruh ini itu, so thanks”. Magang jadi pengalaman paling berpengaruh dalam membulatkan keputusanku untuk lanjut belajar lagi.

Beberapa minggu sebelum jadwal magangku habis, UGM buka penerimaan mahasiswa magister kenotariatan, dan aku baru tau setelah h-2 tesnya. Jadi karena waktu, kita tidak berjodoh. Coret UGM, Sisa 2 kampus lagi. 

Dua kampus ini, UNAIR dan UNUD, memang dua kampus yang aku pengin lebih dari kampus lainnya. Kenapa? Sesimpel kalau Surabaya mau kemana-mana deket, kalau Denpasar berasa reuni pas PSG SMK.  Tapi akhirnya aku memutuskan unair karena takut kalau di Denpasar aku suka jalan-jalan sana sini dan gak fokus kuliahnya hahahaha.

So, UNAIR surprisingly membuka pendaftaran 4 kali dalam setahun. Aku ikut pendaftaran gelombang pertama semester genap. Yang aku suka banget dari UNAIR adalah SISTEM INFORMASI nya! Sumpah lengkap dan gampang banget dimengerti. Sistem informasi dan alur pendaftarannya dijelaskan sedetail mungkin dan bisa diakses mudah. (Ini adalah salah satu alasan kenapa aku pilin UNAIR!)

Selain itu, syarat pendaftarannya juga gampang banget, tinggal upload ijazah, ktp dan lain-lain, bayar via transfer, cetak kortu ujian, udah deh. Ready for the test!

Tes masuk di UNAIR ada 3 tahap yang musti diikutin semua ya! Gak sulit kok, asal dijalanin aja. Here it goes: 

  1. Pertama aku harus ikut tes kemampuan bidang hukum, UNAIR sudah kasih kisi-kisi terkait materi yang akan keluar nantinya, jadi make sure kita belajar sebelum ikut ujian supaya bisa jawab. Materi ujiannya ada 4, diantaranya PHI dan PIH, Hukum Perdata, Hukum Perseroan, dan Hukum Agraria. Plus bawa undang-undang yang berkaitan karena biasanya ada soal yang open book alias buka buku, guys!
  2. Tes TPA dan Bahasa Inggris. Ini tesnya pilihan ganda ya, kurang lebih 3 jam ngerjainnya. Kalau gak salah ada 100 soal.
  3. Wawancara. Disini kita diwawancarai sama dosen-dosen. Umumnya ditanya terkait pra proposal tesis yang kita submit di website sebagai syarat pendaftaran, di tanya soal skripsi, kenapa pilih UNAIR, sumber dana pembayaran SPP dari mana, tinggal dimana dan sebagainya.
Setelah melewati tiga tes itu, aku balik ke kampung halaman dan nunggu pengumuman hasilnya. Hasilnya diumumkan sesuai dengan jadwal yang sudah di share sama ppmb unair, tidak ada keterlambatan dan tidak ada eror dalam pengaksesan, pokoknya berasa di manja! 

Hasilnya, alhamdullilah lolos dan tinggal daftar ulang terus kuliah deh. 

Segitu dulu ya, kalau ada yang pengin ikut penerimaan magister kenotariatan unair dan butuh info lebih tentang tes atau apapun, comment down below! I’ll help as much as I can (karena aku tau rasa susahnya nyari info valid di internet) hahaha, ciao!

Picture source: weheartit.com/@AureolinXO 

Umroh...Buatku selalu terasa jauh dan most unlikely to become real...kayak masih jauh aja gitu dari takdir hidupku, tapi seperti yang kita semua tahu juga...Manusia cuma bisa berencana tapi Tuhan yang menentukan...

Rencana umroh sebenarnya sudah digagas 5 tahun lalu, waktu itu aku masih SMK dan belum pernah keluar negeri sama sekali. Papah bilang kalau kita sekeluarga mau ada rencana umroh, perihal jadi atau enggaknya urusan belakangan, yang penting sekarang bikin paspor dulu! Nah, ini jadi pengalaman pertamaku berkaitan dengan paspor, kalau kata orang buat passport itu lama dan ribet yessss...personally aku belum ngerasain ribetnya karena at that moment aku cuma datang ke kantor imigrasi, terus foto, tanda tangan dan ditanya-tanya dikit...jadi deh paspornya! Hoho.

Lanjut...
Sebulan...dua bulan...belum ada tanda-tanda bakal beneran berangkat umroh, disitu aku mikirnya, "ah papah PHP pasti!" hahaha, dan ternyata bener, hampir lima tahun kemudian kami sekeluarga belum berangkat umroh juga, tapi paspor udah sempet kepake untuk jalan-jalan di Singapura dan Kuala Lumpur, alhamdulillah gak sia-sia amat kan ya...sampai akhirnya paspor udah tinggal 4 bulan sebelum expired...Papah bilang kita bakal umroh! Yah, namanya udah pernah di PHPin satu kali, gak mau dong di PHPin lagi >.< jadi aku santai aja sih, gak terlalu berharap-harap banget. Tapi ternyata disaat kita gak berharap, justru kejadian beneran! wkwk
Paspor yang hampir mati, akhirnya diperbarui lagi, satu per satu keperluan untuk umroh dilengkapi, mulai deh belanja baju syar'i, sepatu yang nyaman, dan sebagainya. 

So, kami sekeluarga ikut paket tour yang transit dulu satu hari satu malam di Kuala Lumpur dan bonusnya ada city tournyaaaah! Yup, walaupun sudah pernah keliling Kuala Lumpur sama ibu dan adik, at least it's the first time for Popaaa! Here's some picture of us strolling around KL, luar biasa panas dan musti pake seragam yang samaan gitu, iya batik coklat itu!







Setelah jalan-jalan di KL, kita direct flight ke Jeddah! jadi, di tour yang kami ikuti ini katanya memang agak beda dari itinerary umroh pada biasanya, karena biasanya jamaah itu ke Madinah dulu untuk berziarah dan jalan-jalan plus beli oleh-oleh sepuasnya, setelah dari Madinah baru ke Mekkah naik bus sekitar 6-7 jam, dan fokus ibadah disana, terakhir ke Jeddah lagi sekitar 5/6 jam untuk ke Bandaranya buat pulang ke Indonesia, kan capek yak. Tapi kalau itinerary umroh ku kemarin, kita ke Mekkah dulu, jadi fokus selesaikan ibadah dulu, belanjanya nanti aja, jadi gak terlalu banyak barang yang dibawa ke Madinah, kan ribet tuh di busnya. baru di Madinah puas belanja dan langsung ke Jeddah yang relatif lebih dekat untuk langsung ambil penerbangan ke Jakarta!


Jadi, ketika baru menginjakan kaki di bandara Jeddah...my very first impression adalah...
"WUANJIR ITU MAS-MAS YANG NGATUR JAMAAH EMANG PEGAWAI BANDARA APA ZAYN MALIK?!" wkwkwk tapi dalam hati aja. Jaga lisan, okey. selanjutnya, to be honest, kesabaran kayak langsung di tes bahkan pas masih di bandara! ugh, masa iya petugas imigrasinya asik youtubean, foto-foto, ngobrol dan gak mengindahkan orang-orang yang ngantri puanjang ke belakang buat di stampel paspornya, hmmm. Lebih parahnya lagi dong, ini si petugas imigrasinya kan ukhti-ukhti yak, dia ngomong ke aku...

ukhti : "Sister...sister...speak english?"
aku : "Yes."
ukhti : *ngasih isyarat aku untuk maju dari antrian buat datengin dia*
aku : *datengin dia*
ukhti : *ngasih hpnya dia* "take picture me and my friend"
aku : WUANJIR JAUH-JAUH DARI INDONESIA DISURUH JADI TUKANG FOTO GUA

Literally, aku fotoin itu ukhti sama temennya yang lagi ngurus paspor dan sok-sokan kerja gitu loh. jadi dia emang sok pose kayak lagi berinteraksi sama jamaah atau lagi stampel paspor dan lain lain, padahal itu antrian gak jalan-jalan loh yaaaa.... itu ukhti minta fotoinnya via snapchat, ada kali seratus foto plus video dong :)) ibuku yang ngeliatin aku cuma saling tukar ekspresi wajah aja, geleng-geleng gak habis pikir...apa ya... yah aku biarkan kalian aja yang berpendapat ahhaahah. Tapi sekarang kalau kupikir-pikir, jadi tukang foto gitu justru bikin cerita umroh jadi makin beragam dan lucu buat dikenang kan yak!

Next, setelah lepas dari imigrasi...kita langsung keluar bandara dan ganti baju syar'i untuk ambil miqat, pas-pasan banget matahari lagi terbenam, wuhhhh bagus banget-bangetan! sayangnya pas itu gak bisa ambil foto soalnya lagi ribet aja heheh. Nah, diperjalanan naik bus menuju ke hotel yang jaraknya sekitar 100m dari Ka'bah, kita dipandu sama pemandunya untuk baca doa, terus juga aku ingat banget pemandunya itu bilang, "Tidak ada seorang pun yang berangkat kesini, ke tanah suci, secara tidak sengaja, tidak ada satupun orang yang berangkat umroh karena kebetulan, semuanya atas seizin Allah SWT, banyak orang yang hartanya melimpah tapi kalau Allah belum memanggil, dia tidak akan ke tanah suci, sebaliknya, walaupun harta kita pas-pasan, tapi kalau Allah sudah memanggil, Allah sudah memberi izin niscaya kita bertemu di tanah suci ini, jadi bapak-bapak, ibu-ibu, disini tidak ada yang kebetulan, semuanya telah dipanggil Allah SWT, Alhamdullilah..."



BOOM! it hits me. Barulah benang merahnya terlihat olehku, ternyata lima tahun lalu Allah belum mengizinkan, Allah belum memanggil kami sekeluarga untuk berada disini, di tanah suci ini, barulah sekarang, setelah aku dan adikku sedikit lebih dewasa, sehingga kami bisa mengerti dan sadar sepenuhnya atas perjalanan ini, Allah SWT memberikan rezeki dan hidayahnya kepada kami sekeluarga agar bisa berada di Mekkah. Masya Allah...

Jalanan di Mekkah besar dan mulus, pemandangannya walaupun gersang tapi menawan. Udaranya walaupun kering dan matahari menyengat tapi tidak membuat sesak napas ataupun kulit yang menggosong. Luar biasa hebat! Kami sekeluarga menikmati perjalanan ibadah ini, walaupun perjalanan kami tidak sesempurna yang diharapkan, namun aku bersyukur sudah diberi kesempatan untuk terbang separuh bumi, menuju kesini. Luar biasa indah. 









Ayol dan aku setiap mau ke Masjidil Haram selalu ngelewatin burung-burung dara yang berkeliaran bebas. Disini banyak yang jualan makanan burung, mereka bergerombol dan memenuhi trotoar dan terbang setiap ada manusia yang mendekat. Rasanya tuh kayak berasa anak kecil, mainan burung.

Tapi selalu hati-hati dengan burung dara disini, local guide pernah mention kalau kita sengaja membunuh atau mencelakakan burung itu, kita harus ganti. Satu ekor burung mati diganti dengan satu ekor kambing atau domba. Mau? Coba aja, wkwk.







Gak pakai bedak, gak pake lipstik, mata bengkak karena this picture taken hari terakhir di Masjidil Haram sebelum berangkat ke Madinah. Di hari terakhir ini, kita salam perpisahan di Masjidil Haram, say goodbye ke Ka'bah, berharap bisa diberi kesempatan untuk melihat Ka'bah lagi nanti, dengan orang yang disayangi dan dalam keadaan sehat walafiat, sedih...




Also, papah potong rambut sampai tak bersisa di hari terakhir. Padahal awalnya pas ditanya, 
Me: "Papah nanti botak gak?" 
Papah: "Gak ah," 
Me: "Ih kenapa???"
Papah: "Botak itu gak wajib, kecuali ibadah Haji, nanti hilang gagahku..."
EEEEEEEH taunya, berubah pikiran beliau :)

Selain ibadah, disana kita juga diajak keliling kotanya, buat belanja (of course!) dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah lainnya, seperti Jabal Uhud, Jabal Ar-Rahmah dan Arafah.




Belanja di Mekkah ataupun Madinah kalau gak dibatasin bener-bener bisa kalap. Ngeliat baju-baju syar'i tuh bagus-bagus banget jadi pengen beli padahal kan kalo udah sampe Samarinda gak kepake juga hmm. Terlebih lagi jajanannya, ampun-ampun, cokelatnya tuh beragam banget, dan enak banget woi! gak boong. Aku bukan tipe penyuka cokelat banget tapi cokelat disana lezaaaat aseli! Ada yang isinya kacang almond gede-gede sampe yang isinya kurma pun ada :')




Ok guys, this is getting serious. Di Mekkah ada counter yang jual semacam ayam goreng kayak di Indonesia gitu, namanya Al-Baik. You, guys, need to try this. ENAK BANGET SUMPAH GAK NGERTI LAGI!!! 


Rasa kentang dan ayamnya tuh gak ada yang jual di Indonesia. Mcd, KFC, JFC, you named it, kalah semua dah pokoknya. 

Tapi eh tapi, kalau pesen jangan kalap ya, karena harganya lumayan mahal genk, kalau di konversikan ke mata uang Indonesia.

So, try it but don't spend all your money on it. (KARENA MASIH BANYAK YANG ENAK-ENAK T.T)

Next, dari Mekkah kita berangkat ke Madinah!
Local guide sempat cerita kalau Madinah itu bukan tujuan wajib dalam ibadah umroh tapi Rasullulah pengen ummatnya kesini, ke kota yang dia bangun dan tempat peristirahatan terakhirnya untuk jiarah. Nah, di Masjid Nabawi, terdapat kuburan Rasullulah SAW, namanya Raudah, taman-taman surga.
Kalau kalian kesana, aku titip salam ya.

Sebelum cerita lebih jauh tentang Masjid Nabawi, aku mampir ke Masjid Quba. Ini adalah masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasullulah SAW ketika beliau sudah hijrah ke Madinah. Warna masjidnya di cat putih bersih, sukak!


As you can see, banyak banget orang yang berkunjung kesana juga. Di Masjid Quba kita akan diberikan kesempatan untuk shalat. Kalau belum masuk waktu shalat, kita bisa shalat sunnah.

Di sekitaran Masjid Quba pemandangannya oke banget kayak di Eropa :')

Gak ketinggalan, teteup banyak penjual kaki lima yang berebut cari pelanggan disini. Oh iya, disini aku dikasih icip kurma muda gratis. Pas aku cobain, kaget sama rasanya, ternyata enaaaaak :') katanya kurma muda bagus untuk pasangan suami isteri gitu wkwk btw ini kurma mudanya dingin bgt kayak habis dari kulkas.




Here it is! Masjid nomor 1 Madinah...

Dibawah ini adalah pemandangan Masjid Nabawi. Masjid ini yang terkenal dengan payungnya yang instagramable (astagfirullah, masih mikirin instagram). 

Pas aku lagi di Madinah, cuacanya kalau siang itu super panas tapi kalau subuh dan malam justru dingin banget dan anginnya kuenceng. Di Madinah, aku sering ketemu sama orang asing yang tiba-tiba nyamperin dan ngasih minuman atau makanan gratis. Biasanya mereka beli di swalayan terdekat terus dibagiin sama jamaah yang lagi ibadah di Masjid. Gak heran sih, beribadah di Masjid Nabawi pahalanya dilipat gandakan beribu kali. 





Aku sempet liat proses buka tutup payungnya beberapa kali. Amazing aja gitu (norak lagi) wkwk. 




Nah setelah berziarah ke makam Rasullulah SAW, kita stay di Madinah kurang lebih tiga hari. Setelah puas jalan-jalan dan beli kurma, bags need to be packed. Plane is scheduled. Kita pergi meninggalkan Madinah lewat Bandara Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz yang luar biasa bagus. Sebenernya kalau dibanding bandara di Indonesia biasa aja sih, tapi kalau dibandingin sama bandara pertama di Jeddah waktu aku touch down, wah sangat berbeda jauh kawan-kawan. Bisalah dibayangkan seperti apa ya. Di bandara ini senengnya karena ada wifi gratis, di Mekkah maupun Madinah jarang banget ada wifi gratis kecuali di hotel masing-masing ya, itu pun suka ilang-ilang sinyalnya. Nah, dari Bandara Abdul Aziz, kita naik pesawat Saudia Airlines langsung ke Jakarta. 

So, that's it my not so detail umroh journey. Hope it's useful, if it's not at least it entertains you. 

Semoga siapapun yang baca ini, kita diberi kesempatan untuk ke rumah Allah bersama orang yang kita sayang dan dalam keadaan sehat fisik maupun mental, Aamiin. 

xx, Nadia. 

Also, all the picture belongs to me. 
Subscribe to: Posts ( Atom )

Menu

  • Home
  • About

LATEST POSTS

  • Bagaimana Cara Bisa Masuk Magister Kenotariatan UNAIR?
  • People are Lonely
  • From Zombie to Human
  • Standing There, My First Kiss
  • You Must Be Too
  • What Is Enough For Us?
  • You Gave Me Trauma
  • Me being grateful
  • A Year Later
  • Before It Happened

Blog Archive

  • ►  2022 (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2021 (10)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2020 (18)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (3)
    • ►  March (2)
    • ►  February (2)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (21)
    • ►  December (3)
    • ►  September (1)
    • ►  August (3)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (4)
    • ►  February (4)
    • ►  January (3)
  • ▼  2018 (14)
    • ▼  December (5)
      • What I Think About New Year
      • Kenapa Pilih Kenotariatan UNAIR?
      • My Umroh Journey
      • 2018 Taught Me A Lot of Things
      • Restart
    • ►  October (1)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ►  April (2)
    • ►  February (1)
    • ►  January (3)
  • ►  2017 (57)
    • ►  December (2)
    • ►  September (3)
    • ►  August (5)
    • ►  July (6)
    • ►  June (5)
    • ►  May (7)
    • ►  April (6)
    • ►  March (6)
    • ►  February (8)
    • ►  January (9)
  • ►  2016 (34)
    • ►  December (1)
    • ►  November (2)
    • ►  October (4)
    • ►  September (4)
    • ►  August (7)
    • ►  July (1)
    • ►  June (2)
    • ►  May (1)
    • ►  April (4)
    • ►  March (3)
    • ►  February (2)
    • ►  January (3)
  • ►  2015 (34)
    • ►  December (3)
    • ►  November (4)
    • ►  October (3)
    • ►  September (7)
    • ►  July (2)
    • ►  June (3)
    • ►  April (2)
    • ►  February (2)
    • ►  January (8)
  • ►  2014 (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2013 (1)
    • ►  November (1)
Powered by Blogger.

Laman

  • THE BLOG
  • ABOUT
  • CATEGORIES

The Author

silver lining
View my complete profile

Latest Posts

  • People are Lonely
    all kind of people no matter what they do they all no stranger to the loneliness the one that sits alone in a fancy coffee shop...
  • From Zombie to Human
    Ah. Aku lebih sering menghirup napas dalam dan menghembuskannya nyaring akhir-akhir ini. Aku tidak yakin kenapa, mungkin karena masalah yan...
  • Standing There, My First Kiss
    I went to see my old friend in hospital. She had an accident with her boyfriend, as soon as I heard that I made time to stopped by. The r...

Blogroll

Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi

Flickr

Copyright 2014 Silver Lining.
Designed by OddThemes