Lewat Setahun Lalu

Dari dulu, tiap sama kamu, rasanya selalu kayak gini. Dicintai. Tapi dengan kurang bersyukurnya aku ngerasa kamu malah seperti beban, dimana justru sebaliknya. Pada kamu, tempat aku ngadu tentang betapa buruknya hariku atau betapa konyolnya buku yang baru selesai aku baca. Pada kamu, orang yang selalu ingat setiap detail tentang diriku, orang yang kenal dalam dan luarnya aku. But yet, still want me in your life. Seharusnya pada kamu, aku menitipkan hati. Pada kamu, aku menantikan kabar. Dan pada kamu, aku habiskan jumat, sabtu, minggu lainnya. 

Dicintai itu memang lebih indah ya? Aku merasa ga sendiri, aku merasa "ah, pasti ada kamu yang jagain aku". Dicintai itu ngebuat aku ngerasa lebih penting dari sebelumnya. 

Tapi kenapa mencintai lebih menyenangkan? Kenapa berusaha sekuat tenaga untuk membuat ku bahagia lebih terasa nikmatnya? Kenapa menghabiskan waktu dalam diam denganku terasa lebih sempurna dibanding melakukan kegiatan lain? Kenapa mengalah dariku, kamu justru merasa menang? Lalu kenapa kamu mau saja menempuh waktu 14 jam diperjalanan demi menghabiskan satu hari denganku? 

Mungkin memang sekuat itu ya cinta.
Hanya kita tidak begitu sadar atau mungkin kita memang sengaja mengabaikan kenyataannya karena sudah terlalu sibuk dengan perasaan yang berbunga-bunga? 

Walau begitu, walau nanti kamu tiba di stasiun kereta dan menghapuskan jarak diantara kita, sampai benar-benar sudah tiada, aku masih merasa ada tembok tinggi memisahkan kamu dan aku. Dan tembok itu bukan milikku. Ia milikmu. Kamu yang membangunnya. Kamu sengaja melakukan itu. 

There's no one to blame.

Aku pernah menyakiti. Dan bukan hanya kamu. Namun kamu satu dari daftar panjang itu. Dan aku menyesal kenapa kamu juga harus ada disana. 




16 Januari 2015

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

0 Comments:

Post a Comment