Look How Different A Year Can Make

Pilot yang menerbangkan pesawat kecil yang kutumpangi nampaknya sedang memamerkan kebolehannya dalam meliukkan pesawat itu. Aku dibawa mutar kesana kemari seperti sedang mengendarai kendaraan bermotor yang bisa terbang di udara.

Pemandagannya luar biasa. Saat itu di bawah sedang senja dan langit bercampur ruak menguji kecantikkannya di angkasa. Saat pesawat meliuk lagi, dengan jelas aku melihat keindahan tanah negaraku sendiri.

Aku terbuai memang, dengan kemampuan pilot mempertontonkan kekayaan alam kepada para penumpang. Lalu tanpa terasa, pesawat itu bergoyang-goyang menunggu rodanya menyentuh daratan. Sedikit goncangan tidak berpengaruh padaku setelah lima belas jam menempuh perjalanan udara.

Hari ini, aku sudah mampir kepada tiga Bandar udara yang berbeda. Tapi yang satu ini memberikanku rasa lain.

Kepalaku bertumpu pada sebelah tangan dan melihat kearah luar jendela yang sedikit berembun. Ah, tempat ini lagi. Sudah genap satu tahun ternyata. Satu tahun yang singkat atau perasaanku saja?

Jogjakarta.

Tempat yang banyak menyimpan rahasia. Bukan hanya rahasiaku saja, tapi rahasia banyak orang, rahasia banyak pecinta cinta yang menyinggahkan hatinya di kota ini dengan membawa serta orang tertentu. Entah untuk waktu yang lama atau barang semenit.

Mau tidak mau aku teringat dia. Orang yang terakhir kali membagi rahasia denganku di kota ini. Aku berdosa memang karena telah lancang memikirkan masa itu saat aku sudah mendekap bahagia yang menjadi labuhan.

Tahun lalu, di kota ini, aku menjadikanmu persinggahan.
Membuatmu terbuai dengan pelukan yang bukan milikmu. Mabuk dengan omong kosong yang kuucapkan.

Aku membahagiakan namun tak mendapat bahagiaku sendiri. Sebab bukan padamu aku eksplorasi bahagia.

Tapi lihat sekarang. Aku ada di tanggal dan bulan yang sama. Tempat yang sama. Namun bukan lagi bersamamu. Bukan lagi membahagiakanmu, begitu berganti seiring tahun bertambah satu.

Aku hadir di tempat yang sama, namun bukan dengan orang yang sama pula. Dulu, antara kita yang dipenuhi kasih sayang berubah menjadi kebencian yang entah kapan akan meredam.

Dulu, sudut kota Jogja yang kita susuri terasa lugu dan damai. Sekarang menjadi rancu dan pahit di mata.

Kita berdua sudah melangkah ke haluan yang berbeda. Sedangkan Jogja tinggal cerita. Namun, masih tertinggal beberapa tawa dan keluhku kepadamu yang terdengar lewat trotoar Malioboro lalu menyeruak saat aku berjalan disana pada malam hari, apalagi saat ada pengamen Jawa dan orang-orang bergumul.

Kamu tidak akan percaya bagaimana Jogja terasa begitu sama seperti terakhir kali aku mampir kesini bersamamu.

Tapi sekarang, saat akhirnya kita tidak menemukan cara bersama lagi. Saat aku disuguhi cinta yang kutunggu-tunggu selama ini, Jogja tetap lah dirinya.

Lalu aku relakan kamu yang perlahan mencari bahagia sendiri. Dan aku dekap orang yang menjadikan aku bahagia bahkan tanpa perlu mencoba.

Aku ingin suatu hari nanti pergi bersamanya kemari. Bukan berarti aku menyamakan kalian berdua. Kalian sama sekali berbeda. Bukan aku mau membawa dia ketempat yang kudatangi juga bersamamu, tapi hanya untuk memulai kisah baru dan membuat rahasia baru di Jogja.


Karena rahasia kita sudah mulai usang.

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

2 Comments: